Showing posts with label Step of my lyfe. Show all posts
Showing posts with label Step of my lyfe. Show all posts

Saturday, December 28, 2019

Let Me End This


Sabtu, 28 Desember 2019 09;44

   Assalamualaikum, Hi readers! Hi teman-teman prodiku, gimana kabarnya? Semoga baik-baik saja. Baik-kan? Bagaimana sudah siap semua wisudanya? Jangan sampai kesiangan dan make up berantakan ya . Selamat atas gelar mu, semoga berkah! Aamiin

    Hari ini Sabtu, 28 Desember 2019. Hari dimana mungkin seharusnya aku datang kesana menyelamati puluhan temanku yang sedang menggunakan toga. Pagi ini sama seperti hari-hari sebelumnya, gelap, mendung tapi tidak untuk hatiku.

  Sesungguhnya berat untuk berpura-pura baik, karena memang aku baik-baik saja jadi tak perlu aku berpura-pura. Hanya mungkin ada sedikit rasa sedih dan sakit yang masih terasa. Tapi Alhamdulillah aku bisa mengatasinya.

   Selepas shalat dua rakaat, aku panjatkan do’aku pada Allah Tuhanku yang Maha Agung. Aku ucapkan maaf atas ujian terdahulu yang mungkin saat itu aku tidak lolos sehingga aku harus di uji dengan cobaan yang sama sekarang. Aku katakan bahwa aku sudah ikhlas dengan semua ini, aku katakan bahwa aku begitu yakin tentang kepahitan yang aku alami saat ini yang kelak akan terbayar dengan manis yang berlipat-lipat hingga aku lupa bahwa aku pernah menelan kepahitan sepahit sekarang ini. Aku katakan bahwa aku ikhlas dengan semuanya, aku berusaha untuk merelakan apa yang terjadi pada diriku ini. Aku berharap selepas perjalanan panjang dalam terowongan yang gelap ini, Allah memberikan cahaya yang begitu terang diujung sana. AKu berharap di ujung sana terdapat secawan air yang dapat membasuh dahaga yang begitu menyiksa ini, hingga aku lupa bahwa aku pernah begitu haus seperti saat ini.

   Sekali lagi aku pejamkan mata, meresapi pipiku yang mulai basah. Aku bisikan kepada Tuhan permintaan maafku untuk ayahku disana. Maaf, maafkan aku bi, aku gagal untuk kedua kalinya. Aku tertunda untuk kedua kalinya. Ya Allah, sampaikan kepadanya bahwa aku rindu padanya. Maaf aku tak bisa membuat ia bangga atas diriku, aku tak bisa menggapai apa yang dia harapkan.”

    Aku tumpahkan segala sedihku saat itu. Aku bersujud menangisi diriku yang tidak pernah bersyukur ini. Tuhan, maafkan aku yang senantiasa selalu mengeluh. Aku lupa bahwa masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung aku. Mereka harus terputus sekolah karena biaya dan lebih memilih untuk menjadi pekerja serabutan tetapi aku…. Aku masih bisa berjuang untuk titik akhir ini dengan dukungan dari kedua orang tuaku tersayang dan sahabat serta teman-temanku.

    Ya Allah, aku percaya.....tidak ada kata terlambat, yang ada hanya belum waktunya saja . Terimakasih telah memberikanku ujian demi ujian agar aku bisa terus menaiki puncak level tertinggi kehidupan.

    Selamat untuk teman-temanku angkatan 2015. Semoga gelar dan ilmu yang sudah di dapat bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Aamiin

Untuk umiku:
Umiku, maafkan anakmu ini yang belum bisa memberikan sedikitpun kebanggaan yang bisa kau sebutkan dihadapan teman-temanmu. Maafkan aku.

Friday, November 15, 2019

The Sadness Makes Greatful




Hasil gambar untuk Roda"
Source: google.com/kompasiana

Enam tahun lalu…….

“Mi,…. Maafin Aisyah ya, aisyah gabsia kuliah tahun ini”. Kataku sembari bersujud menyentuh kaki ibuku. Dengan berderai air mata aku luapkan semua apa yang kurasakan dalam hatiku. “eh udah bangun-bangun… gak apa-apa kalau emang belom rezekinya”. Sahut ibuku padaku sembari berusaha membangunkan ku dari sujudku dikakinya. “tapi Aisyah sedih gabisa dapat negeri kayak temen-temen”. Kataku dalam sesak dada dan air mata yang terus berderai.


Kala itu, pertama kalinya bagiku menangis dalam sujudku kepada ibu. Wanita yang telah melahirkan dan merawatku dengan segenap kasih dan sayangnya. Ntah mengapa rasanya fikiran dan dadaku penuh semua sesak semua. Seperti ada sedih yang begitu kau tahan karena ingin terlihat tegar, namun kau tak kuat akhirnya.


Rasa itu muncul ketika aku terpaksa terus menerus terhantam ombak kekecewaan. Kehilangan ayah disaat aku menginjak kelas terakhir dibangku SMA, penolakan yang dilakukan semua perkuliahan negeri lewat jalur undangan apapun. Juga penolakan lewat jalur test, walau pada akhirnya ada satu, namun karena kekhawatiran ibu, akupun melepaskannya.

Sedih rasanya, karena aku tau ,bahwa begitu besar harapan ayah agar aku bisa bersekolah di sebuah sekolah pemerintahan kala itu. Sebelum beliau meninggal, beliau lah yang paling bersemangat mengingatkanku untuk terus berlatih mengerjakan soal ujian masuk. Beliau begitu gigih menyelipkan sedikit nasihat tanpa rasa lelah dan bosan kepadaku. Namun sayang…. Aku tak menyadari bahwa semangat yang beliau berikan mungkin karena beliau tau bahwa dunia mulai menghimpit waktu hidupnya.

Tak banyak hal yang aku ceritakan kepada temanku, bahkan teman dekatku. Bukan karena aku mulai membenci mereka, tetapi karena, terlalu banyak yang terjadi dengan begitu cepat, dengan begitu singkat. Tak hanya kehilangan ayahku, namun apa yang dulu telah keluargaku miliki harus hilang juga. Aku kebingungan dengan keadaan.

Aku tak tau harus berbuat dan berkata apa. Dalam sepiku pernah aku mengeluh, Tuhan mengapa aku harus mengalami ini? Mengapa harus aku? Aku iri Tuhan, aku iri dengan teman-teman sebayaku yang bisa menikmati masa remajanya yang tak semalang diriku, aku iri dengan mereka yang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Aku sudah kehilangan satu cinta sejatiku, aku sudah tak mampu membanggakan keluargaku, lalu apalagi Tuhan? Aku menangis dalam sepiku saat itu. Menyadari bahwa kalimat “hidup itu bagai roda” sedang aku alami saat itu.

Nyatanya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Keping demi keping kebahagiaan yang berhamburan kami kumpulkan. Walau luka begitu besar dan menganga, tapi aku dan ibu berusaha untuk saling menutupi kesedihan masing-masing. Kami ingin bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang ada dan dengan api harapan yang mulai padam.

Aku kemudian berusaha berdiri dari jatuhku dan Tuhan memang senang memberikan bantuan didetik detik akhir kala keputus asaan hampir datang. Aku percaya, bahwa jika ada orang yang perlu untuk ku pioritaskan itu bukan teman, tetapi keluarga. Keluarga begitu berharga… saat aku terjatuh… mereka menepuk pundakku, menyadarkan ku kemudian membangunkanku. Mereka menyemangatiku dengan segudang motivasi walau aku tau motivasi di dapat dari diri sendiri.

Aku melanjutkan hidupku dengan menuliskan kembali stratefi-strategiku. Aku bertekad agar pada perang selanjutnya aku bisa menang, ya tentu kemenangan di dapat dengan cara menyiapkan senjata dan strategi yang pas.

Hampir satu tahun aku habiskan untuk menyiapkan perang itu. lingkungan baru, teman baru semua mulai hadir dalam hidupku. Aku begitu bahagia di tempatkan pada lingkungan yang memiliki satu tujuan denganku yaitu memenangkan perang. Sudah tak ada lagi fikiranku tentang hidup tak adil saat itu karena kalimat :

"Semua memiliki jalan takdirnya masing-masing tidak perlu kamu lihat orang lain. Belum tentu mereka yang berkuliah lebih dahulu daripadamu itu bisa sukses betul di ujung sana nanti. Rezeki mu, temanmu dan semuanya sudah ada yang atur".

Friday, November 8, 2019

It's time to shine



      Seperti biasa, setelah berganti pakaian aku merebahkan tubuhku di kasur. Aku mengeser-geser semua notifikasi yang ada di panel handphoneku. Seketika jariku berhenti menggeser saat ku baca sebuah pesan,”udah ga nge-blog lagi?”. Mataku terpaku pada pesan itu yang kemudian membuat aku menghela nafas membayangkan arsip-arsip yang sudah berdebu di notebookku. Sudah hampir satu tahun lamanya aku tak memposting apa-apa. Memang awalnya aku berencana untuk menulis blog apapun yang terjadi sebagai album tulisku kelak, bahan bacaan untuk masa tua ku dan anak cucuku. Tapi apa daya, sepertinya memang prioritasnya untuk tahun ini berbeda.

   Well, kali ini aku memaksakan diri untuk menulis. Mengisi kekosongan berbulan-bulan dengan arsip yang ada di notebookku ini. Sebetulnya ada banyak draf yang sudah ku susun, dan sudah hampir rampung untukku posting. Namun lagi dan lagi mereka semua ku abaikan karena satu hal yang juga adalah prioritas. Mungkin bukan aku yang memilih memprioritaskan hal itu, tapi waktu yang memaksaku untuk mempriotritaskan hal lain dan mengabaikan ini.

     Akhir tahun 2018 hingga akhir tahun 2019 ini adalah tahun-tahun yang berat bagiku. Berbagai macam masalah silih berganti. Memang semua manusia pasti mempunyai masalah, begitupun aku, mereka dan kita semua. Namun aku meyakini ada saatnya dimana sebuah masalah memang amat membuat kenyamanan dan priortas hidup berganti. Aku tidak bisa menceritakan itu di postingan kali ini, namun cepat atau lambat, aku akan menuliskan semuanya disini. Ntah itu di akhir tahun ini, atau di awal tahun baru kelak. Aku berharap hal yang aku hadapi dan alami di akhir tahun ini bisa berlalu dengan cepat dan aku bisa beristirahat secara normal sedikit.

Saturday, April 15, 2017

SEMNAS ESA 2016-2017





Well it was done :) From ESA with love *eaaa.
in the first picture, we called ourselves as "CL" based from Calon Legislatif yap. Do not ask me about the name of us it will spend the time so much to explain about it. I thought they are the real power of us :)

Wednesday, August 10, 2016

Magang

Yap yap. I never mind that now I was a college student. It was like yesterday I wore Junior High School’s uniform. And this was my squad. We called this Magang Satu of first step of magang. In my batch, there was no PPL as like the previous but it was changed to be Magang 1, Magang 2, and Magang 3 and these was magang 1. We just did observation only, watched the activity of school which we were allowed to perceive. Yap however our counselor said we must to spent ten days for observation but we only spent out seven days. Why ? okay the first Magang one was only about observation. 

We only need to find some information about how many the students, how many the room classes, how many the teachers, how many the building, how many the laboratory and many more. The others were the vision and mission, the headmaster, the office staff, the culture, the activity and the schedule. Ya however we got some problem when we asked for the information but we could handle that. To make two head to be one is so hard right? So how about to make six heads to be one?. There was no group which never get problems. I felt too sad, I was so confused, what should I do?. At the first time when we did our Magang one, I hope we could be a group until magang 3 but, really I was so sorry I couldn’t defend you guys, I couldn’t to make us completely. I never minded about it before. What should I say to the problem? Should I thank? Should I forget it?. 

Monday, May 16, 2016

GBK (for USM)


for three times. I had been looking for this place again. for three times I had been fighting in here. and then these was the last...the last chanced to I fighting....there was some happy,sad. but the important was I felt so happy...these was the time that I had been waiting for so long time.... Thanks. you already give me amazing experience of my life.

Sunday, April 3, 2016

Sunday workout

Ade - Hana - Me
Gumilang
Tuti-Norma
Ana

Me-Hana-Ade
Hamidah- Tuti- Gumilang
Khalipah - Norma


with Hamidah
Assalamualaikum.. we already Jogging wqwwqw Jogging? are u kidding? hehe. no!! we just take some pictures. Like usually, in Uhamka Dormitory always did sport activity in the morning. but because my friend and I came late, we didn't do anything hehe

Tuesday, January 5, 2016

My first class at UHAMKA (1B)




Those are IB of English Departement of UHAMKA UNIVERSITY. emm this is my third familiy. okay fourth. okay whatever hehe. we was taking this picture when we came to class for done our final test. but our lecturer canceled the class because something so before we went home we tried to took picture for our memories :)
Down first line from Left to right( Noviansyah, Fata, Eva, Iffa, Syarah,Nadia, Yochi, Afri)
Middle from left to right( Qibty, Ica, Tiara, Musrifah, Urfah,Intan, Fika, Stefi, Nadira, Uais)
Up from left to right ( Ahmad. Nandy, Silf, Rizqah, Me, Aila,Rizki Novi, Regina, Khusnul, Teas, Rivo, Husam )
They was crazy. I think so.

sometimes they  look so "alay"

sometimes they jokes more everyday

sometimes they make the class like market

sometimes they sleep during the class

sometimes they take their picture everyday 

but, however they are, the still my family and already made so many memories in my brain. however that are bad or good memories but I don't miss my memories. Thank you guys for almost 5 month. My wish for us are wish we can be success people later, be who we want to be. Aamiin

























Thursday, August 21, 2014

The Reason ( There are times when we need to stay away from each other )


This is my story about what I feel when I was a fresh graduate from Senior High School.

  Menjadi siswa SMA itu gak pernah mudah. Apalagi kelas 12. Itu mungkin yang aku rasain saat ini. 2014 ini aku lulus dari bangku SMA. Aku masih ingat gimana tekanan mental saat lulus dari bangku SMP saat harus nerima kenyataan bahwa aku gak bisa masuk di sekolah SMAN yang aku impikan . Aku masih belum bisa nerima semuanya dengan cepat. dengan mudah dengan santai. Karna aku tau ini semua menyangkut masa depan. Dan aku mulai menyalahkan diriku. di setiap kenaikan kelas aku harus belajar beradaptasi dengan teman teman  baru,dengan sikap,perilaku,pola pikir orang orang baru. Di tahun pertama aku benar-benar harus beradaptasi dengan teman teman baru,lingkungan baru dan terutama guru guru baru. Guru guru yang belum aku tahu bagaimana cara mereka mengajar dan bagaimana cara mereka menanggapi siswa yang tidak mengerjalan tugas.   

    Di tahun kedua dan ketiga juga sama. Saat pertama kali duduk di bangku kelas tiga SMA aku tahu, yang paling aku takuti adalah Ujian Nasional. Kenapa takut? Kan itu ciptaan manusia? Kan masih ada Allah?. Yap aku merasa takut, bagaimana tidak kamu sekolah menuntut ilmu tiga tahun dan penentuan kamu lulus apa tidak itu Cuma 3 hari? Dengan waktu yang nyambung nyambung tanpa jeda. Tekanan tekanan dengan kabar soal Ujian Nasional ada 20 paket. 

    Kamu bayangkan!!! Dua puluh paket!!! Lembar LJKUN dan Soalnya di tempel jadi satu. Jadi kalau LJKUN sobek ya harus ganti soal baru. Paket baru. Manalagi isu isu Nilai rata rata UN bakal di naikin. Setiap pagi aku berangkat sekolah jam enam dan pulang jam delapan malam. Ngapain aja? pagi sampai jam tiga sore aku sekolah,jam empat sampai jam setengah delapan malam aku bimbel dan sisanya adalah waktu pulang perginya. Aku mendaftarkan diri di SNMPTN dengan harapan bisa di terima di universitas negeri dan bisa juga meringankan biaya kuliahnya. Lalu aku ikut jalur PMDK. Lalu aku juga ikut les persiapan SBMPTN mempersiapkan hasil terburuk dari semua jalur yang telah aku tempuh. Hari demi hari aku paksakan untuk menerima pelajaran yang sebenarnya sudah mumet di otakku. Saat H-20 SBMPTN aku berhenti untuk les. Aku memilih memfokuskan diri pada Ujian yang diadakan salah satu Sekolah Tinggi Kedinasan.

    Pengumuman SNMPTN sudah keluar. Aku dinyatakan tidak lolos. Rasanya aku tidak percaya. Aku memang tidak berharap sekali pada jalur ini naun tetap saja pasti ada harapan sekecil apapun dan akhirnya tak lolos. Lalu pengumuman pengumuman dari jalur PMDK, ternyata aku juga tidak lolos. Aku semakin sedih rasanya bagaimana ini,aku harus bagaimana. Berarti aku harus ikut jalur SBMPTN ,padahal aku rasa soalnya sulit banget diliat dari try out yang tempat bimbelku berikan padaku. Ibuku tahu semua jalur yang aku ikuti dan setiap dia Tanya tentang bagaimana hasilnya. 

    Aku hanya bisa teridam sebentar berpura-pura tidak dengar agar ibuku mengulang lagi. aku menaik napas panjang menahannya sebentar lalu menghebuskannya dengan cepat. rasanya air mata mulai memenuhi mataku, mengalir kesudut. Dan saat ibuku mengulang kembali pertanyaan aku menjaawabnya “engga mi” aku memanggil ibuku umi. Umiku bertanya “lho kenapa?” aku jawab “ya gitu mi itu untung untungan saja mungkin bukan jalannya”. Sebenarnya aku sendiri ingin berteriak, semua ucapanku hanya agar aku dapat tenang dan dapat mengobati sendiri luka dari sebuah harapan. 

    Aku mulai memfokuskan diri dengan berlatih mengerjakan soal- soal untuk Ujian Masuk  Sekolah Kedinasan. Hampir dua minggu lebih aku mendekam di rumah. Terus berkutat dengan buku buku. Aku semakin tertekan dan stress mulai melanda pikiranku. Aku terkadang bosan sendiri dengan rutinitas yang selalu ini ini saja. Aku terkadang menangis sendiri mengingat kurasa semua ini tidak adil. Kenapa harus aku ?. Hari-H SBMPTN telah tiba. Aku berangkat dengan mantap percaya diri saja. Siap tidak siap itu akan ku hadapi. Aku mengerjakan soal sebisaku saja. 
    
    Teman ku yang mengikuti tes SBMPTN juga keluar ruangan dengan resah. “gimana ya ini,gue Cuma ngerjain beberapa susah banget,gue takut syah” itu ucap temanku. Lalu ku jawab “tenang tetep ya berdoa dan shalat sunnahnya di lakasanakan,percaya aja Allah pasti ngasih yang terbaik,lo pasti lolos” ucapku.

Kamu gak tau gimana rasa semangatku sama hidup, karna aku gak akan pernah ngomong.  aku ngomong kayak gini . aku memang suka ngeluh dan curhat tentang gak adilnya semua ini tapi kadang aku juga yang berkata kalau kita harus semangat banyak jalan lain menuju roma,mungkin sukses kita tertunda, semangat. Tapi itu semua Cuma karna pengen kamu tenang juga,padahal aku udah gak ada semangat dengan semua ini  karna rasanya gak adil,mereka yang selama di sekolah santai santai main main di kelas main handphone,main game,kerja kelompok aja males tapi mereka keterima jalur pmdk tanpa susah susah memeras otak dan memaksakan semua pelajran harus di pahami. aku pengen kamu semangat ya teman karna kalau kamu tau aku gak semangat nanti kamu malah kebawa. aku tahu aku gak akan keterima di jalur ini karna usahaku gak maksimal. Maaf ya aku bohong sama perkataanku sendiri.

    Saat sampai di rumah aku harus kembali belajar belajar belajar. Ayo berjuang. Itu yang sering aku ucapkan di depan kaca agar aku semangat. Hari H tes sekolah kedinasan pun telah tiba dengan semangat usai sahur aku berangkat bersama temen-teman ku lainnya dengan di antar oleh ayah temanku. Tempat tesnya di GBK (Gelora Bung Karno). Dengan semangat aku berempat berjalan menuju tempat tes .Tak peduli seberapa jauh jarak antar pintu masuk kami semua. Kami terus berjalan. Aku berusaha untuk percaya diri dan tetap optimis padahal ratusan orang di sana juga ikut bertempur mengerjakan soal dan tentunya mereka semua adalah sainganku. Aku mengerjakan soalnya perlahan namun tetap saja rasa gugup luar biasa melanda. Aku bingung mau mengerjakan soal yang mana. Soalnya berbeda dengan soal yang ku latihkan. Luar biasa,inilah puncaknya aku mengeluarkan seluruh kemampuanku. Alhamdulilah lumayan banyak yang aku kerjakan. Lelah,pastinya.

    Hari hari kemudian aku lalui dengan normal. Di bulan suci ramadhan itu aku gunakan dengan berdoa dan beribadah sebanyak banyaknya. Aku berusaha untuk selalu mengerjakan shalat sunnah lainnya. Tibalah pengumuman tes sekolah kedinasan itu. aku sudah berkata dalam hati tanpa sadar “sepertinya gagal”. Tapi aku coba optimis. Hati ini kalut antara aku mau optimis atau pesimis saja. Ternyata aku gagal. Tak ada nama dan nomor ujianku di daftar peserta yang lolos. Aku bergeming. Mencoba mengecek terus namun tetap tak ada namaku di sana. Aku diam..ntah..aku harus bagaimana lagi.  hancur hati ini,sudah jelas. Tapi aku sudah anggap biasa. Hancur semua harapan. 
   
    Aku mulai bingung aku malas. Aku malas kembali memikirkan ini semua. Aku ingin ketempat yang sunyi. Aku ingin berjeda sejenak berlari menuju bukit di atas gunung sana dan berteriak sekencang kencangnya tentang sesaknya dada ini. aku merasa tertekan sekali. Apalagi yang harus aku lakukan. Aku merasa sedih saat teman teman umiku berbicara perihal anaknya yang di terima di perguruan tinggi yang di inginkan. sedangkan umi ku? Harus menjawab apa adanya. Sakitnya tersayat semakin begitu terasa saat aku meilhat album foto masa kecilku. Foto Almarhum ayahku. Fotonya sama sepertiku. Tersenyum padahal di dalam lubuk hati paling dalam sedang menangis dan kecewa. Aku menangis menatap fotonya , foto foto keluargaku dan foto ku kala masih kecil.

Maafin aku ya yah, aku belum bisa jadi anak yang baik. maaf ya aku gak bisa kayak kakak kakak ku yah, yang udah bisa bikin bangga ayah. Aku belum bisa pamer almamater kebanggan ke ayah. Mungkin usaha ku kurang keras yah. Mungkin Allah lagi nguji aku dan umi yah. Tapi yah..jangan sedih yah aku akan terus berusaha sekeras mungkin. Aku akan berusaha lebih buat sabar dan gak lagi merasa tertekan.seperti kata seseorang dulu kalau anak ayah gak ada yang bodoh . Mulai saat ini aku akan menjadi anak ayah berhati baja. Aku akan berusaha bagaimanapun. akan ku hadapi semua cobaan ini dengan sabar dan terus berusaha. Kelak nanti saat aku berhasil aku akan membeli apa yang dahulu pernah kita impikan. 

And Now….


Pada akhirnya aku memutuskan untuk menarik diri dari semua. Bukan,bukan karna aku dendam pada orang yang meremehkanku atau pada yang lain. Aku ingin focus pada usaha ku untuk mengejar semuanya. Aku sudah ikhlas pada semua yang telah Allah SWT berikan. Aku belajar dari rasa tertekan dan rasa kecewa yang aku rasakan. Bahwa jangan terlalu larut dalam kesedihan saat jatuh J. Aku ingin menjauh dari apa yang dapat menghambat usahaku J bismillah. Semoga aku berhasil ya ....AMIN.
Mungkin dari beberapa pembaca akan beranggapan tulisan ini terlalu berlebihan. 

    Tapi itulah kenyataanya yang aku alami. this is a real story. i'm not a film director whose tell my life with overstate like a film. make a fake story is not advantage for me. my purpose to write what i feel so very depressed is so you my friend or my family or another people know what happened with me why i changed, why i close myself and another like that. because situation cause all. and i think people will be changed surely. like i read on one of ubersocial someone write "remember with a quote We never know what will happens next". if someone to be change with you ,don't judge him . but you must look for know what happen with him so he changed. 

Tuesday, August 12, 2014

Goes to STAN (2014)




Alhamdulilah pada Selasa 12 Agustus kemarin kami berhasil menuju kampus ini :) setelah melewati halang rintangan. mulai dari kesalahan ongkos hingga di setirin oleh pembalap f1 (abang angkot ekstrem). tujuannya kesini buat mastiin naik angkutan apa aja hihi supaya gak nyasar dan udah tau berapa berapanya. dan ternyata benar waktu verifikasi berkas USM STAN 2014 kemarin itu masuk lewat belakang kampus. dan ini penampakan sekilas kampus STAN dari bagian depan. 

    Maaf agak gak jelas karna fotonya lagi jam 12 siang puanas dan ramai jalanan. Alhamdulilah semoga nanti saya menjadi salah satu dari mahasiswa mahasiswa yang menuntut ilmu di sana :) oh iya saya kesana tentunya tidak sendiri tapi bersama kawan saya Sifana Jofa :) thanks a lot ya pengalaman tak terbayar.

Tuesday, February 11, 2014

Kepingan kemarin

      Saat aku membuka video salah satu tentang sekolahku mungkin awalnya memang menyebalkan mengingat saat sekolah dulu jujur saja tak ada hal pada diriku yang dapat di banggakan namun setelah melihat video ini. Aku sadar suatu saat aku akan kembali dan mencari puing puing kenangan tentang masa sekolah dulu :)
     Salah satunya adalah kenangan saat menjadi panitia bakti sosial. Saat aku menjadi seksi acara yang gagal tapi berkat teman-teman acara ini dapat berjalan dengan baik. Aku mendapat pengalaman baru :)
http://www.youtube.com/watch?v=MAVxyaIFG-s

     Ini adalah perpisahan angkatan 13. Saya bukan angkatan 13 tapi 15 tapi di video perpisahan ini ada foto beberapa para penari saman :). Mengingat saman adalah hal luar biasa yang pernah saya ikuti. Mulai dari perjuangan berlatih,bagaimana menyatukan 10-13 kepala agar bisa mencapai satu visi dan misi, bagaimana saat kami mendapat penolakan dari pihak sekolah, bagaimana kami berjuang mencari kelas kosong agar dapat berlatih, bagaimana kami berjuang membagi waktu antara tugas dan latihan serta membagi waktu antara istirahat dan latihan. Subhanallah perjuangan yang nikmat.

http://www.youtube.com/watch?v=6lWrgPzfbd8

     Ini juga adalah video acara pembukaan MBS tahun ajaran 2013/2014.
Saat itu saya menjadi salah satu panitianya. (beralmamater merah hati) Ya allah betapa indah perjuangan itu. Memberikan kinerja yang terbaik itu memang sulit . Harus bangun berpagi-pagi sekitar pukul 3 lalu berangkat sebelum pukul lima. Berangin-angin dingin di jalanan yang sepi. Never forget it

http://www.youtube.com/watch?v=1xbqvtrlWJ8


Thanks pak Arief Bonar atas videonya :) membantu menyimpan kenangan.

Edit: sedikit pengeditan EYD sederhana ditahun 2020.

Saturday, February 1, 2014

dem ta dem!




From Right to left:
Karlina Nur Sofia (https://twitter.com/KarlinaaNS)
Indri Ulfani (https://twitter.com/indriulfani)
Almira Velda Calista
Shofuro Afifah

After showing off. too colourfull right? ya beginilah perjuangan kami membangun saman dari "nol". Behind the picture? of course me, who takes the picture hehe. They are actually my classmate from grade 10th. Shofuro is my friend who have sit with me together in first and second year I think.

Thanks girls, you teach me a lot!

Pesek (namanya)


I love you Pesek.
This is my old cat. His name is Pesek. He is a lazy cat but he alywas understand me. He accompanied me while I was sick and trying to stay with me while I was alone. I think He was so warm and lovefull. I love you Pesek and I love people who love me too in my life. Thanks for staying at my life in limited time. Miss you....

Wednesday, January 23, 2013

Our field trip (in memorizing G30S PKI)



XI IPA 1 2012-2013 (Senior High School) SMA ISLAMIC CENTRE KOTA TANGERANG
Monumen Pancasila. G30S PKI . kurang pak indra.haha harusnya beliau jadi pemandu wisatanya #lho

First time I visited "Lubang Buaya". The place which is built to memorize us about a big dark story of our country. When people try to betray their own country by killing others. 

Awal Sebuah Perjalanan

November 2023 Aku kembali membuka laman Instagramku. Puasa sebulan dari sosial media tersebut membuatku sedikit berlega diri. Di usia yang s...