Saturday, February 24, 2018

CL goes to Jogja

Kalau saja......

   “is it a dream?” said me at the time. Yap, finally what we planed was happened really. Jadi ini sebenarnya adalah rencana yang syudah lama ingin di laksanakan. Berawal dari kepenatan karna kegiatan kampus, yang tadinya mau ke singapur tuh ya, duh seperti biasa ekspetasi mah udah sebut sebut raja ampat ampe hongkong, jadinya kemana? Jogja sodara sodara. Sebetulnya gue sendiri sih setiap ngumpul dan mereka bahas tentang trip itu sendiri gue gapernah nanggepin, apalagi mbak khus ini yang setiap ketemu  bahasnya penginepan, gue Cuma diem aja karna gue sendiri gatau si pengen ikut apa engga waktu itu. karna gaenak sama temen-temen seperjuangan ini, jadi gue iya iyain dulu hehe gue fikir gitu waktu itu. selain itu gue juga kan punya keinginan kalau libur itu gue bantuin kerjaan nyokap gue dan juga sempet temen-temen smp gue ngajakin trip juga ke Jogja, dan akhirnya jadinya ama mereka.


   Tanggal 7 Februari 2018 hari Rabu, jam delapan gue berangkat dari rumah gue. Because we got the train at eleven pass ten o’clock so I thought I must arrive before of the time. The, I arrived at Senen station ya kitaran jam sembilan lah , sorry I forget at least at ten o’clock. On the station, there were two of four my friends, mbak Khus and mbak Afri ini yang katanya udah nunggu lumayan. Padahal gue pikir saat itu gue doang yang telat hehe ternyata still waiting for the two others, si neng Iffa sama mbak Ur. The clock had shown about almost setengah sebelas lewat, neng Iffa ama mbak Ur ini not arrived arrived in the station ini, di telfon bilangnya lagi di jalan.. ya jalan mana toh neng, ternyata dia masih jauh sedangkan udah mau jam sebelas, coba itu bayangkan. Si mbak mbak information sudah manggil manggilin penumpang supaya naik. 

   11.05 , akhirnya setelah rapat dadakan kita memutuskan buat gue dan temen gue saat itu nunggu di stasiun dan mbak Khus dan Afri ini masuk duluan bawain koper dan barang-barang ke kereta, why? supaya baggage kita ga di take orang lain. soalnya pengalaman pertama gue ke Malang, di kelas ekonomi ya, ada penumpang yang ga kebagian baggage gitu karna emang gue liat ada beberapa carrier besar banget dan pasti makan tempat kan ya yang jadinya ada yang gak kebagian. Jam 11 berapa lah gatau pokoknya empat menit sebelum keberangkatan ya Allah pikiran gue saat itu cuma satu, ini gue balik ke rumah dan gajadi berangkat tapi koper gue udah masuk ke kereta atau refund tiket dan ambil perjalanan malem… atau naik pesawat? Hahahah. Finally, dari arah entah timur selatan barat atau utara saat itu, datanglah dua orang bidadari dari gojek berlari-lari ala-ala film mata-mata gitu. Gue udah ga nunggu-nunggu mereka sampe dan nanya-nanya, pokoknya abis liat muka itu bocah gue langsung lambai-lambai tangan dan gue lari ke check.in tiket, udah dah ga peduli gue wqwqw dan you know lah itu senen pas mau ke peron gimana, naik turun tangga, gue yang cuma bawa kresek tentengan dengan enaknya lari naik turun lupa kalau dibelakang gue para princess lagi manggul manggul koper masing-masing, hahaha.


   Sampai di deket kereta tuh abis naik naik tangga,gue berusaha basa basi gitu sama bapak-bapaknya  yang ada di peron “aduh pak,, ini gerbong mana ya pak” padahal mah gue tau, gue naik aja dulu yakan mau gerbong berapa itu mah belakangan yang penting naik. Eh udah gitu basa basi, gue ga denger bapaknya ngomong apa, terus gue naiklah ke gerbong mana aja dengan para ciwi-ciwi perkasa ini. Ternyata pemirsah, when we arrived at the train, baru pijakkan kaki ya, mbak Khus ini udah menyambit kedua bocah yang sangat bikin semuanya hampir gajadi dan as like you know terjadilah kehebohan di gerbong. 


   We laughed for all minutes in the train. Iya kita mah bukan marah ngomel-ngomel, tapi ketawa ketawa aja soalnya yang di rencanakan selama berbulan-bulan eh hampir gajadi. Ternyata mbak Khus dan Afri ini pas di dalem kereta nungguin akuh dan dua princes ini juga mikir, kalau mereka telat dan kereta udah jalan, berarti cuma Afri sama Khus yang ke Jogja, dan rencana mau turun di stasiun bekasi aja pulang terus Afri mau nginep aja empat hari dirumah Khusnul dari pada pulang malu ntar sangunya dibalikin terus oleh-oleh  beli aja di pasar , eh tapi katanya gimana mau turun di bekasi koper punya gue berat banget apa di tinggal aja ya? Mereka mikir gitu coba hahaha. Ampun deh, giliran bikin skema acara aja bisa ehh trip ama temen sendiri hampir gatot, untung sayang.

Saturday, April 15, 2017

Happy Birthday!!!





The late surprise from CL. as usual, CL always celebrate someone birthday late from the day wkwkwkw. yap so sorry. in that day we celebrate and make little surprise for two CL members, Uur and Afri. kembar tapi tak sama. It was so hard to manipulate everything. We try to lie about everything to make them wanted to out from their home (kost) and then we success to make them went out from their home. when they went out, we were breaking out all things in their room hahaha. we took out all things from their cupboard, their dirty clothes and all things in their bed. we're so sorry ya gaes and when they came, they shouted out after looking at their room wahahahah. Happy Birthday!!!!

SEMNAS ESA 2016-2017





Well it was done :) From ESA with love *eaaa.
in the first picture, we called ourselves as "CL" based from Calon Legislatif yap. Do not ask me about the name of us it will spend the time so much to explain about it. I thought they are the real power of us :)

Friday, February 3, 2017

Goes to Jogja Day 1 (2017)





Januari 2017

Hari yang ditunggu telah tiba. Semalam kami sibuk membungkus pakaian-pakaian kami. Saling berkirim foto perlengkapan apa saja yang hendak dibawa. Saling mengingatkan perihal barang bawaan. Senang rasanya akhirnya aku bisa pergi jauh dengan teman-temanku. Hari ini kami sudah menetapkan meeting point kami, stasiun. Kami berangkat dari rumah masing-masing dengan berbagai barang bawaan.

Setelah berpamitan, akupun pergi menuju stasiun di kotaku. Perjalananku menuju stasiun yang kami jadikan titik kumpul memakan waktu setengah jam. Syukurlah, aku sudah sampai jauh-jauh waktu. Satu persatu dari kami sampai di stasiun Senen. Menit terus berjalan, salah satu teman kami tak kunjung terlihat batang hidungnya. Kami terus menelfonnya, ia bilang ada sedikit kendala di jalan. Biasalah, jalanan selalu tak bisa diprediksi. Waktunya sudah mepet sekali, akhirnya kami putuskan untuk membagi dua kelompok. Dua orang dari kami pergi terlebih dahulu masuk untuk check in, mencari gerbong dan menyelematkan bagasi untuk kami. Sedangkan aku dan satu temanku menunggu kedatangan satu orang lagi.

Lima menit lagi! Petugas sudah memberikan peringatan melalui speaker stasiun. Jantungku terus berdegup kencang. “apa iya perjalanan kami akan gagal?”. Anak itu, Urfah, sedang berlari menuju kerumunan. Aku terus melambaikan tangan berharap ia dapat melihatnya dan segera berlari ke arah kami. Aku berlari menuju arahnya mengangkat tas yang ia bawa dan segera berlari untuk check in tiket. Sepanjang jalan kami berlari, yang kurasakan hanya dengkulku yang lemas sekali sementara keringat bercucuran dari dahi dan leherku. Aku terus membayangkan bagaimana jika kami bertiga tertinggal.

Sebelum kami masuk ke gerbong kereta, aku sempat bertanya kepada petugas kereta yang ada diluar gerbong perihal nomor tempat duduk kami. Tak sempat dia menjawab, kami putuskan untuk langsung naik saja kedalam rangkaian kereta didepan kami, tak peduli rangkaian keberapa itu. Ketika kami melangkahkan kaki masuk, kedua temanku Khusnul dan Afri sudah menyambut kami.

Kami tertawa terbahak-bahak Bersama. Hari pertama kami diwarnai insiden. Sampai ditempat duduk pun kami masih tertawa terus menerus. Bagaimana tidak, kalau saja Urfah terlambat lima menit lagi bukan tidak mungkin aku dan Iffa akan ikut tidak bisa naik ke gerbong. Afri dan Khusnul pun bercerita kalau mereka sudah menyiapkan rencana untuk turun di stasiun terdekat jika sampai kami bertiga benar-benar tertinggal. Tak menyangka, tapi tak apalah hal ini yang akan menjadi kenangan dan akan terus teringat, bagiku.

Perjalanan menuju Jogja kurasa sedikit lebih baik dibanding saat aku pergi ke Malang. Kami menghabiskan sekitar delapan jam didalam gerbong. Bercerita, bercanda, buang air, cari makan, semua kami sudah lakukan. Oh iya satu lagi, tidur. Ya, walaupun hanya delapan jam, tetap saja yang namanya duduk lama-lama tidak pernah enak.

Kami pun sampai di stasiun tujuan. MasyaAllah, senangnya hati ini walau pegal tapi terbayar menyenangkan. Salah satu dari kami kemudian memesan taksi online untuk pergi menuju penginapan. Hari itu sedikit mendung dan mulai gerimis perlahan. Kurasakan “Jogja” dan sekitarnya.

Sampailah kami di tempat penginapan. Tempat yang nyaman kurasa untuk kami pendatang yang hanya singgah beberapa hari. Kami tidur dalam satu kamar dengan beberapa Kasur di dalamnya. Kamar mandi tersedia di dalam, hanya saja tentu dapur tidak ada di dalam sana.

Hari pertama kami habiskan untuk perjalanan dan istirahat………. Jalan-jalannya? Besok 😊


Awal Sebuah Perjalanan

November 2023 Aku kembali membuka laman Instagramku. Puasa sebulan dari sosial media tersebut membuatku sedikit berlega diri. Di usia yang s...