Saturday, October 22, 2022

Being Your Elder Sister


Sebenarnya tulisan ini tidak pernah terniatkan untuk aku tulis. Karna sejak awal memang aku tidak pernah berniat untuk meninggalkan kalian. Menjadi bagian dari hidup kalian walaupun singkat, adalah kejutan indah yang pernah Tuhan berikan. Bagaimana tidak, aku bahkan tidak tahu kalian dan kalian pun tidak tahu aku siapa. 

Setahun berlalu, aku ingat kala itu hari pertama kita bertemu. Sebetulnya aku gugup, aku takut kalian menilai diriku orang yang terlalu memaksa diri untuk menjadi asik. Tapi, sudahlah yang penting aku bisa melihat raut wajah kalian satu persatu. 

Banyak hal yang ingin aku lakukan saat itu, untuk bisa mengenal kalian lebih jauh hanya dalam satu hari. Mulai dari meminta kalian menuliskan biodata kalian, sampai aku meminta kalian menuliskan mimpi-mimpi kalian. Namun, ya tidak bisa kan kita mengenal orang hanya dalam waktu sehari saja.

Hampir setiap hari aku berfikir bagaimana cara agar aku bisa menjadi orang tua pengganti yang tidak seperti orang tua. Aku ingin menjadi orang tua yang diterima oleh kalian, orang tua yang dijadikan teman dan kawan bercerita, orang tua yang dijadikan tempat bertanya tanpa khawatir disalahkan. 

Aku ingat, hari pertama kita pergi jalan bersama-sama. Aku putuskan untuk menjadi bagian dari kalian, mengikuti kemana kalian pergi sementara rekan kerja ku yang lain menyantap makan bersama-sama. Ntahlah, aku tak merasa sedih, karna aku senang bisa tertawa diantara kalian, berbincang dengan kalian, bercanda dengan kalian. Karna memang tujuanku adalah ingin menjadi bagian dari kalian. 

Di malam hari, aku sempatkan diri mengetuk semua pintu kamar hotel kalian. Lelah memang, berjalan mencari nomor kamar yang tidak jelas urutannya. Tapi, aku merasa senang. Apalagi saat dengan ceria kalian membuka pintu atau dengan sejuta keluhan kalian tentang perjalanan kita. 

Ahhh, pengalaman luar biasa. Jika ada bagian hidup yang ingin ku ulang, salah satunya adalah semua hal tentang kalian. Jika ada bagian hidup yang ingin ku hentikan, salah satunya adalah saat bersama kalian. Agar tidak ada kata berpisah, selain karna kelulusan kalian. 

Yah, inilah jalan yang dipilih yang mana pasti ini adalah bagian dari rencana Tuhan, ntah menurutku atau kalian ini adalah rencana yang buruk, tapi bagi Tuhan, ini pasti bagian dari rencana terbaikNya. 


Salam penuh cinta

untuk 11 IPS 3 (2022-2023)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oktober 2022

Masih ingat jelas beberapa hari setelah keputusanku itu, beberapa dari kalian mengirimiku pesan melalui sosial media, isinya kurang lebih menanyakan keputusanku dan menceritakan kesedihannya atas keputusanku. Aku sangat menghargai itu dan akupun sedih atas keputusanku, sebenarnya akupun tidak tau apakah ini keputusan yang baik atau tidak namun bagaimanapun, keputusan ini memang akhirnya akan selalu diambil. Terimakasih sudah menjadi murid yang baik, yang menerima dan berusaha untuk mencerna setiap penjelasan yang saya berikan. Akupun yakin, masih ada orang yang akan lebih baik dibanding aku :).


Semangat! Sampai jumpa dilain kesempatan.

Jangan lupa menyapaku jika kalian bertemu denganku :) 

Monday, August 1, 2022

Aku Memang Tidak Sebaik yang Kau Kira

Sebenarnya aku malas sekali membahas hal ini. Namun, hatiku terus mendorong untuk menuliskan sedikit penjelasan yang mungkin bisa membuat hatiku tenang.

Ini tentang masalah, ntah hanya aku yang merasa ini adalah masalah, atau kau merasa ini juga masalah. Tapi bagiku ini adalah masalah. Karna aku tidak pernah melakukan kejahatan padamu yang bisa membuat aku pantas dikatai sebagai "orang yang tidak sebaik yang dikira" oleh mu didepan orang-orang. 

Aku merasa kecewa dan terluka sekali dengan ucapan itu, walau akupun tau dari temanku yang diceritakan oleh teman dekatmu langsung di forum, di depan banyak orang. Aku bisa menerima perbedaan pandangan, perbedaan pilihan dan perbedaan pendapat. Namun, saat kau menjelekkan aku yang bahkan kau saja baru mengenalku kurang dari 365 hari, aku tidak bisa menerima. 

Kau fikir mudah jadi aku? Tau apa kau tentang hidup ku? Tau apa kau tentang apa yang sudah aku lalui?

Aku kecewa, karna aku kira semua cinta damai, karna aku kira semua bisa menerima perlakuanku terhadap mereka (jujur, aku tidak pernah berani mengatai, menggibahi rekan kerja yang mana jarak usiaku dan usia dia tidak beda jauh), karna aku kira semuanya menggunakan hati baiknya, dan bahkan aku mengira semua orang menyukaiku. Dan ternyata aku terlalu naif dan aku sadar, kecewaku hadir karna kalimat terakhir sebelum permulaan kalimat ini "mengira semua orang menyukaiku".

Aku mengira kau orang baik, orang yang bertata krama, beretika dan beradab terhadap seseorang yang lebih tua darimu walau hanya setahun, dua, tiga atau bahkan empat tahun. Ternyata tidak. 

Kau tau? Aku membeli barang daganganmu saja bukan atas  nama keinginan, tapi atas nama pertemanan. Yang ternyata, cih ...... bahkan balasannya adalah seperti ini. 

Sebetulnya kau tak usah repot-repot meyakinkan orang-orang kalau aku ini tidak sebaik dan sealim yang mereka lihat, karna aku tidak tertarik dalam memperebutkan laki-laki. Ambil saja, gratis untukmu , untuk orang yang tidak tau arti sebuah komitmen. Orang yang sudah memiliki hubungan dengan laki-laki diluar, namun juga memutuskan menjalin kedekatan dengan laki-laki lain ditempat kerja, cih. 

Kalau kau cemburu dan takut kehilangan penggemarmu, atau bahkan kau takut penggemarmu berpaling kepadaku, bermain sportiflah. Maaf maaf saja, tak pernah terbersit dalam benakku untuk bersaing denganmu, merebut penggemarmu atau bahkan menjelek-jelekkanmu. 

Lantas kenapa aku begitu kecewa, marah dan seperti bersaing denganmu? Karna kau yang memulai melemparkan bara api padaku. Aku yang berfikir kau ini orang baik-baik, begitu terkejut ternyata aku salah menilai orang. 

Sekarang biarlah, tak perlu kau bercakap denganku biar jurang yang masih dangkal ini menjadi pemisah agar satu hari aku bisa mengingat lagi bahwa tidak semua orang sebaik apa yang kukira. Lagi, jika kau merasa bukan hanya kau saja orang yang jarang ku ajak bercakap, orang yang aku hindari pertemuan dan bertatapan matanya tapi temanmu juga, tidak, tentu saja tidak. Aku tidak menjauhi temanmu seperti aku pada kau, tapi ntah aku melihat temanmu aku langsung ingat kau, dan kecewa sekali. Jadi lebih baik aku menyayangi diriku dan hatiku dengan cara mengurangi intensitas bercengkrama dengan kau dan temanmu. 

Jangan pula nanti kau bercakap, bahwa akulah manusia jahat yang menjauhimu tanpa sebab, baiknya kau tanyakan pada mulutmu yang manis namun mematikan itu, pernah bercakap apa sajakah kemarin-kemarin. Jangan pula kau cakap aku membencimu dan iri padamu, maaf saja, aku tidak iri kecuali terhadap wanita shalihah, wanita berprestasi dan wanita beradab.

Aku tidak memutus, jika kau ingin menyapa...sapalah, aku akan menyapamu balik. Jika kau bertanya, tanyalah.... aku akan berusaha menjawab semampuku. Kita tetap teman, dengan kadar yang berbeda.

Silahkan kau perdalam ilmu bermain belakangmu, aku tidak akan mengganggumu dan pria cadanganmu itu walau hanyasekedar meminta bantuan, termasuk meminta menunggui barangku saat aku menumpang toilet di minimarket dimalam hari. 

Hahahaha



Salam hangat, 

Ai

Thursday, June 23, 2022

COME BACK

 


Hi Bloggers!
Gimana kabarnya? Aku harap semu sehat. Lama sekali aku tak menulis apa-apa disini. Hidup bagai roller coaster sehingga aku sibuk sekali menenangkan diri dari sedih dan senang secara tiba-tiba. 

Ada banyak sekali kisah dan ide-ide yang ingin segera aku realisasikan di sini. Semoga usiaku dipanjangkan dan semuanya disehatkan, aamiin. 

Baiklah, the new page is began.

Saturday, December 18, 2021

GIIAS 2021

 GAIKINDO INDONESIA INTERNATIONAL AUTO SHOW 2021 is hold at ICE-BSD Tangerang. I have been being so excited about this event since years ago. I couldn't participate on GIIAS 2019 cause of I needed to finish my study, 2020? Covid-19 was spreading. 

When?

GIIAS 2021 has been starting since November, 11th 2021. It will be end on 21st November 2021. 

Where?

It takes place in ICE - BSD Tangerang.

How is the ticket?

The tickets are available for weekend and weekdays. For weekdays the ticket is only 50.000 rupiah, but for weekend the ticket is 100.000 rupiah.

How to get the ticket?

I got the ticket by online because at the time the offline or on the spot ticket is not available. I bought it by downloading the GIIAS AUTO 360 app on my phone then I registered my identity to make new account. Then after I got my account, I bought the tickets. There are several payments, such Bank transfer, credit card or E-wallet. I chose Bank Transfer from BRI Bank (there are Mandiri and BCA).


Monday, June 21, 2021

Getting stuck at 25, haven’t married yet : Alasan pertama

“neng, kamu tahun ini umurnya berapa?”

“dua lima bu”

“ih tua loh, cepet nikah kalo udah ada calonnya”

“hehe iya bu inshaAllah”

 

Percakapan singkat dipagi hari itu cukup membuat aku meringis dalam hati. Bukan hanya satu dua kali aku dilemparkan pertanyaan demi pernyataan demikian, ya tapi aku selalu berusaha untuk menjawabnya dengan baik. Aku selalu memaklumi mereka yang memang tidak tau apa yang sudah aku alami dan aku hadapi dalam hidupku.

Mau . . . . .

Menikah, siapa yang mau? Haha maksudnya siapa yang tidak mau? Tentu saja mostly semua orang mau bukan? Hidup dengan seseorang yang kita cintai. Makan bersama, menonton TV bersama, masak bersama, menghabiskan waktu senggang bersama, menyenangkan kan?. Selain itu membangun impian bersama, bermimpi membangun rumah impian, memiliki anak-anak yang sehat, lingkungan baik. Membesarkan anak bersama dengan penuh cinta, kasih dan sayang. Indah bukan?

Angan . . . . .

Seperti manusia pada umumnya yang mudah berangan-angan tentang masa depan, aku pun begitu. Tentu saja aku punya angan-angan tentang masa depan versiku sendiri. Mulai dari pekerjaan impian, rumah impian hingga impian menyekolahkan anakku dimana kelak.

 

Takut . . . . . . .

Ya, kemudian kenapa masih belum menikah di usia segini? Banyak loh orang-orang menikah disaat mereka masih kuliah malah. Ada banyak alasan yang membuat takut ku muncul “kembali”. Ada trauma yang disebabkan kejadian tak langsung yang dialami oleh beberapa saudara dan bahkan keluarga paling dekat. Takut

 

Kisah . . . . . .

“Alkisah seorang wanita cantik jelita yang cerdas dan membanggakan karna bisa bersekolah sebagai tenaga medis yang sangat diidamkan banyak orang. Seperti pada kisah-kisah Disney princess yang pada umumnya akan dinikahi pangeran tampan, wanita cantik ini pun bernasib sama. Pria bertubuh tinggi, proporsional nan terlihat gagah yang ia sebut sebagai kekasihnya selama bertahun-tahun itu akhirnya melamarnya dan meminangnya. Menikah dengan meriah, pesta menjadi raja dan ratu satu malam. Begitu terlihat sempurna, wanita cantik dengan pria tampan. Selang beberapa tahun kemudian, tak genap pernikahan menginjak 1 dasawarsa, kekasihnya yang kini menjadi suaminya itu berselingkuh dengan rekan kerjanya. Setelah mengetahui perselingkuhan itu, sang wanita tidak lantas meninggalkan suaminya. Ia memilih memperjuangkan pernikahannya yang telah disahkan didepan malaikat pagi dan Tuhan. Namun, bukannya membuka mata, sang suami malah menjadi-jadi dengan selingkuhannya. Tanggung jawabnya sebagai suami dan bapak pun ia tinggalkan demi nafsunya itu. Wanita cantik itu kini harus berjuang mengatas namakan cinta, cinta pada anaknya. Karna ia rasa mengatas namakan cintanya pada suaminya sudah tidak layak lagi ia lakukan. Kini, hanya Tuhan dan anaknya sajalah yang ia simpan dalam hatinya. Tak lupa, nama baik ibu dan keluarganya yang membuat ia diam saja tak membalas kejahatan suaminya itu. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dan berbalik arah, setelah ratusan purnama ia lalui dengan air mata. Demi anaknya, demi permata hatinya ia kini berjuang melayangkan gugatan perceraian pada suaminya yang dulu pernah ia cintai sebegitu dalamnya.”

 

“Wanita empat dasarwarsa itu terlihat kewalahan karna harus menenangkan bayinya yang terus menangis malam itu. Ada sedikit sedih dalam tatapnya, malam ini suaminya tak ada dirumah. Seperti biasa, malam itu adalah malam dimana suaminya pulang ke kampung halamannya. Pernikahan yang sudah ia bangun lebih dari 100 minggu itu sudah terlanjur terjadi. Ntah, ia pun mungkin terpaksa memaafkan kebohongan suaminya kemudian mengikhlaskannya dengan mengatasnamakan takdir hidup. Membangun cinta di atas cinta yang lain, ia tahu sebenarnya, itu menyakitkan, namun bagaimana....., mungkin cinta sudah kepalang menenggelamkan logikanya. Mungkin masa-masa perkenalan yang manis dulu membuatnya kuat. Masa dimana ungkapan manis semua dilontarkan, masa dimana memandangnya terasa begitu menyenangkan, masa dimana berjanji seperti membeli kacang. Kini ia mau tak mau harus menerima bahwa laki-laki yang sudah menyandang status sebagai suaminya ini tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami secara sempurna, 1000%. Tapi siapa peduli, tak ada yang sempurna bukan di dunia ini? hahaha. Ia harus menerima kenyataan bahwa suaminya kini tidak bisa mencukupi nafkah yang seharusnya ia dapatkan, bahwa ia harus berdiri dengan kuat pada kakinya sendiri tanpa topangan apapun kecuali doa dan Tuhan. Ia harus menerima bahwa hari dalam hidupnya kini hanya ada dua belas dari empat belas hari karna ia harus berbagi dengan wanita lain. Ia harus menerima bahwa keluarganya kini tak sesempurna keluarga yang terdahulu, yah walau memang tak ada kehidupan berkeluarga yang sempurna bukan?. Tapi apalah daya, berpisahpun sepertinya sudah dijauhkan dari fikirannya, keputusan bertahan harus ia telan bulat-bulat. Bersabar, akankah imamnya ini berubah, atau akhirnya ia yang harus tabah menerima takdirnya“

 

Sudah membaca dua kisa di atas? Percaya atau tidak, kisah diatas memang benar adanya dan akulah saksinya. Miris. Aku seperti bisa merasakan bagaimana ketika jutaan harapan dan angan tentang pasangan hidup dan tentang hidup dengannya, jutaan harapan dan angan yang telah direcanakan pengwujudannya dan jutaan harapan dan angan yang telah dibagikan bersama pasangan kini terhempas dan tenggelam di dasar lautan. Semua hal yang telah dikorbankan awalnya demi mimpi menua bersama bahkan sehidup sesurga bersama, kini hangus tak tersisa. Aku yakin sekali rasanya sedih, sakit dan kecewa menjadi satu.

Aku tau, aku tau, tak seharusnya aku begitu ketakutan akan kisahku dimasa depan, bukankah nasib manusia berbeda-beda?

Kisah kegagalan yang mereka alami dalam pernikahan, serta kisah-kisah lain yang tak bisa aku sebut satu persatu, juga kisah gagalnya aku dalam proses berkenalan ternyata membentuk gunung es ketakutan. Aku malas untuk merasakan konflik yang pada akhirnya kehilangannya yang akhirnya aku kesepian dan sedih serta sendiri. Patah hati adalah hal yang PALING tidak ingin aku rasakan dan ingin SANGAT aku hindari. Patah hati terhebatku beberapa tahun silam. 

Semoga kisah cintaku kelak seperti Rasulullah dengan Khadijah yang saling melindungi dan menyemangati atau Habibie dengan ainun yang saling melengkapi ðŸ˜Š, Aamiin.

Awal Sebuah Perjalanan

November 2023 Aku kembali membuka laman Instagramku. Puasa sebulan dari sosial media tersebut membuatku sedikit berlega diri. Di usia yang s...